BYD Atto 1 Generasi Baru Berpenggerak Roda Belakang

BYD Atto 1 Generasi Baru Berpenggerak Roda Belakang

BYD Atto 1 Generasi Baru menjadi perhatian setelah generasi kedua BYD Seagull diperkenalkan di China dengan sejumlah perubahan besar. Salah satu pembaruan paling menarik terdapat pada sistem penggerak yang kini menggunakan konfigurasi rear-wheel drive (RWD). Tidak hanya mengubah posisi motor listrik, BYD juga melakukan pembaruan pada sasis, dimensi, interior, hingga teknologi bantuan berkendara.

Di Indonesia, BYD Seagull dipasarkan dengan nama Atto 1. Karena itu, kehadiran Seagull generasi kedua di China menarik untuk diperhatikan oleh calon konsumen Indonesia. Meski demikian, hingga saat ini belum ada konfirmasi resmi bahwa model tersebut akan segera dipasarkan sebagai Atto 1 generasi berikutnya di Indonesia.

BYD Atto 1 Generasi Baru Beralih ke Penggerak Roda Belakang

Perubahan paling signifikan pada generasi terbaru terletak pada konfigurasi penggeraknya. Model sebelumnya menggunakan motor listrik 55 kW yang ditempatkan di bagian depan untuk menggerakkan roda depan.

Pada generasi kedua, motor listrik dipindahkan ke poros belakang sehingga mobil menggunakan sistem RWD. Motor dengan kode TZ164XYB tersebut tercatat menghasilkan tenaga maksimum 95 kW atau sekitar 127 hp. Kecepatan maksimum kendaraan juga meningkat menjadi 150 km/jam.

Perubahan tersebut bukan sekadar meningkatkan angka tenaga. Pemindahan motor ke belakang membuat tata letak kendaraan menjadi berbeda dan memberikan ruang tambahan di bagian depan yang dapat dimanfaatkan sebagai frunk atau bagasi depan.

Baca Juga : BYD Atto 1 Terbaru 2026 Hadir Dengan Dimensi Lebih Besar

Apa Keuntungan Penggerak RWD?

Pada kendaraan listrik, konfigurasi RWD menempatkan tenaga motor langsung ke roda belakang. Secara karakter, sistem ini dapat memberikan distribusi bobot dan sensasi berkendara yang berbeda dibandingkan kendaraan berpenggerak roda depan.

Untuk mobil listrik seperti Atto 1 generasi terbaru, perubahan tersebut juga memberikan keuntungan dari sisi pemanfaatan ruang karena area depan tidak lagi digunakan untuk menempatkan motor penggerak.

Hadir dengan Frunk untuk Menambah Ruang Penyimpanan

Salah satu konsekuensi menarik dari pemindahan motor adalah tersedianya ruang penyimpanan tambahan di bawah kap depan.

Ruang tersebut dikenal sebagai front trunk atau frunk. Fitur ini memungkinkan pemilik menyimpan barang di bagian depan selain menggunakan bagasi belakang.

Namun, BYD belum mengungkapkan kapasitas resmi frunk pada generasi kedua Seagull. Karena itu, informasi mengenai volume ruang penyimpanan tambahan tersebut belum dapat dijadikan spesifikasi final.

Kehadiran frunk juga menjadi pembaruan menarik karena memberikan pendekatan berbeda terhadap pemanfaatan ruang pada mobil listrik berukuran kompak.

Sasis BYD Atto 1 Generasi Baru Mendapat Pembaruan

Perubahan tidak berhenti pada sistem penggerak. Bagian kaki-kaki juga mendapatkan peningkatan.

BYD mengganti suspensi belakang model sebelumnya yang menggunakan torsion beam menjadi suspensi independen multi-link. Perubahan tersebut menjadi salah satu pembaruan teknis penting pada generasi kedua.

Mobil terbaru tersebut juga menggunakan ban berukuran 205/60 R16 dengan pelek alloy 16 inci. Ukuran tersebut lebih besar dibandingkan ban yang digunakan pada Seagull generasi sebelumnya.

Dengan pembaruan pada suspensi dan ukuran ban, karakter berkendara generasi terbaru diperkirakan berbeda dibandingkan model sebelumnya. Namun, evaluasi mengenai kenyamanan atau handling secara nyata tetap perlu menunggu pengujian langsung kendaraan produksi.

Dimensinya Kini Lebih Besar

BYD juga melakukan perubahan pada ukuran bodi. Berdasarkan data yang dilaporkan dari dokumen regulasi China, generasi kedua Seagull memiliki panjang 4.205 mm, lebar 1.810 mm, tinggi 1.570 mm, serta jarak sumbu roda 2.650 mm. Model ini juga memiliki konfigurasi lima penumpang.

Sebagai gambaran, dimensi generasi baru tersebut mengalami peningkatan dibandingkan model sebelumnya:

SpesifikasiGenerasi SebelumnyaGenerasi Baru
Panjang3.780 mm4.205 mm
Lebar1.715 mm1.810 mm
Tinggi1.540 mm1.570 mm
Wheelbase2.500 mm2.650 mm
Tenaga motor55 kW95 kW
Kecepatan maksimum130 km/jam150 km/jam

Perubahan dimensi tersebut membuat generasi baru memiliki proporsi yang lebih besar. Jarak sumbu roda yang bertambah 150 mm juga berpotensi memberikan ruang kabin yang lebih lega, meskipun kenyamanan aktual tetap perlu dinilai dari kendaraan produksi.

Interior Lebih Modern dan Minimalis

Bagian kabin juga mendapatkan desain baru. Generasi kedua Seagull menampilkan setir multifungsi dua palang dengan desain flat-bottom serta layar sentuh tengah model floating.

Panel instrumen pengemudi konvensional juga tidak lagi terlihat pada desain kabin yang diperlihatkan. Informasi berkendara akan lebih terpusat pada layar utama di bagian tengah.

Konsol tengah mendapatkan sejumlah perubahan, termasuk tombol fisik model toggle, wireless charging pad, dua cupholder, dan ruang penyimpanan terbuka. Perubahan tersebut membuat desain interior terlihat lebih sederhana sekaligus fungsional.

Baca Juga : BYD Dominasi Pasar EV 37%, Atto 1 Posisi Teratas

Teknologi LiDAR dan DiPilot 300 Jadi Sorotan

Teknologi bantuan berkendara juga menjadi bagian dari pembaruan. Sejumlah prototipe generasi baru terlihat membawa perangkat LiDAR yang dipasang di atap.

Sensor tersebut dikaitkan dengan sistem bantuan berkendara BYD DiPilot 300 atau God’s Eye B. Data yang tersedia menyebutkan perangkat LiDAR tersebut ditawarkan sebagai opsi.

Kehadiran teknologi tersebut menunjukkan bahwa BYD tidak hanya meningkatkan performa kendaraan, tetapi juga membawa fitur bantuan berkendara yang lebih canggih ke model yang sebelumnya berada di kelas mobil listrik ringkas.

Bagaimana dengan Blade Battery dan Flash Charging?

Salah satu informasi yang banyak diperbincangkan adalah kemungkinan penggunaan Blade Battery generasi kedua dan teknologi Flash Charging pada varian tertentu.

Namun, bagian ini masih harus diperlakukan sebagai informasi yang belum dikonfirmasi. BYD belum mengumumkan secara resmi kapasitas daya maupun durasi pengisian untuk teknologi tersebut pada generasi baru Seagull.

Sementara itu, data regulasi yang telah diberitakan mencantumkan pilihan baterai sekitar 30 kWh dan 39,2 kWh, dengan jarak tempuh CLTC masing-masing sekitar 320 km dan 420 km.

Apakah BYD Atto 1 Generasi Baru Akan Masuk Indonesia?

Pertanyaan mengenai kehadiran model terbaru ini tentu menarik bagi pasar Indonesia. Saat ini, BYD Atto 1 yang dijual di Indonesia memiliki hubungan nama dengan Seagull yang dipasarkan di China.

Namun, belum ada pengumuman resmi dari BYD mengenai pemasaran generasi kedua tersebut di Indonesia. Karena itu, informasi mengenai waktu peluncuran, harga, spesifikasi untuk pasar Indonesia, maupun nama yang akan digunakan masih perlu menunggu pengumuman resmi dari BYD.

Bagi calon konsumen yang sedang mempertimbangkan mobil listrik BYD, perkembangan ini tetap menarik untuk dipantau karena generasi terbaru membawa perubahan cukup besar, mulai dari RWD, motor yang lebih bertenaga, suspensi multi-link, frunk, dimensi lebih besar, hingga opsi teknologi LiDAR.

Dapatkan Informasi Mobil BYD di Malang

Perkembangan BYD Atto 1 Generasi Baru menunjukkan bagaimana mobil listrik kompak terus mendapatkan pengembangan, baik dari sisi performa, pemanfaatan ruang, kenyamanan maupun teknologi. Meski belum ada kepastian mengenai kehadirannya di Indonesia, berbagai pembaruan pada generasi kedua Seagull membuat model ini menarik untuk terus dipantau.

Jika Anda ingin mendapatkan informasi mengenai harga, spesifikasi, promo, simulasi kredit, test drive, dan ketersediaan mobil BYD di Malang, silakan hubungi BYD Malang melalui tim sales untuk memperoleh informasi terbaru dan bantuan dalam memilih model yang sesuai dengan kebutuhan Anda.